ASSALAMUALAIKUM WR.WB
Hai, Apa kabar hari ini Sobat ?
Bagaimana kabar kalian hari ini ? pasti baik-baik saja bukan. Tentunya saya berharap sobat semua baik-baik saja disana. Saya disini akan menulis blog yang ke tiga saya yang menjelaskan tentang apa sih ZEN itu. Apa sih menuruh kalian ZEN itu ? kalian pasti bingung kan ya. Mari simak baik-baik ya blog yang saya tulis kali ini tentang ZEN dalam bidang Interior Kapal.
Zen adalah langkah, ide, sikap, untuk melakukan perbaikan atas hasil karya yang telah ada.Zen juga bisa disebut dengan sesuatu hal yang pernah kita kerjakan tetapi belum memiliki hasil yang memuaskan bagi mereka yang melihat dan menilai dan Zen bisa disebut dengan mengolah pikir kita terhadap sesuatu yang kita kerjakan, dalam bentuk mengolah apa saja yang perlu kita temukan di pekerjaan yang dibuat. Dan yang dimaksud dengan perbaikan atas hasil karya yang telah ada, disini kita juga dapat belajar dari kata-kata tersebut dengan memperbaiki hasil karya bukan berarti hasil karya yang sudah ada itu tidak bagus atau tidak maksimal dalam pekerjaan yang dikerjaan. Dan untuk sebelumnya saya menulis tentang desain interior kapal yang saya ketahui, disini juga membahas yang berkaitan tentang interior kapal yang saya kerjakan sebelumnya.
Pada pekerjaan yang saya buat tentang desain lantai simulator, tentu kalian yang sudah baca blog saya yang sebelumnya pasti sudah tau tentang itu semua. Untuk konstruksi lantai yang tim saya kerjakan sudah selesai tinggal melakukan finishing, yah disini yang dibingungkan adalah masalah finishing lantai yang dibuat akan seperti apa.

Disini kita satu tim memikirkan itu semua, sampai suatu ketika Guru saya menjelaskan tentang Zen baru saat itu saya memikirkan selanjutnya mau dibuat apa pekerjaan finishing lantai berikutnya. Disetiap anggota tim diharuskan memiliki ZEN sendiri, dan Zen yang saya buat adalah menggubah bahan vinyl menggunakan bahan HPL bekas Alasan saya menggunakan HPL untuk finishing lantai karena HPL memiliki sifat tahan air yang bagus dan untuk perawatan HPL nya sendiri cukup mudah karena HPL memiliki tekture yang halus sehingga bila membersihkan cukup muda. Gambar dibawah adalah ukuran simulator yang akan di lakukan finishing.
Alat yang akan digunakan :
1. cuter
2. roll meter
3. pensil
4. palu
5. table saw
6. kikir
7. siku
Bahan yang akan digunakan :
1. HPL bekas yang tidak terpakai lagi ( ukuran umum hpl 122 cm x 244 cm
Zen adalah langkah, ide, sikap, untuk melakukan perbaikan atas hasil karya yang telah ada.Zen juga bisa disebut dengan sesuatu hal yang pernah kita kerjakan tetapi belum memiliki hasil yang memuaskan bagi mereka yang melihat dan menilai dan Zen bisa disebut dengan mengolah pikir kita terhadap sesuatu yang kita kerjakan, dalam bentuk mengolah apa saja yang perlu kita temukan di pekerjaan yang dibuat. Dan yang dimaksud dengan perbaikan atas hasil karya yang telah ada, disini kita juga dapat belajar dari kata-kata tersebut dengan memperbaiki hasil karya bukan berarti hasil karya yang sudah ada itu tidak bagus atau tidak maksimal dalam pekerjaan yang dikerjaan. Dan untuk sebelumnya saya menulis tentang desain interior kapal yang saya ketahui, disini juga membahas yang berkaitan tentang interior kapal yang saya kerjakan sebelumnya.
Pada pekerjaan yang saya buat tentang desain lantai simulator, tentu kalian yang sudah baca blog saya yang sebelumnya pasti sudah tau tentang itu semua. Untuk konstruksi lantai yang tim saya kerjakan sudah selesai tinggal melakukan finishing, yah disini yang dibingungkan adalah masalah finishing lantai yang dibuat akan seperti apa.

Disini kita satu tim memikirkan itu semua, sampai suatu ketika Guru saya menjelaskan tentang Zen baru saat itu saya memikirkan selanjutnya mau dibuat apa pekerjaan finishing lantai berikutnya. Disetiap anggota tim diharuskan memiliki ZEN sendiri, dan Zen yang saya buat adalah menggubah bahan vinyl menggunakan bahan HPL bekas Alasan saya menggunakan HPL untuk finishing lantai karena HPL memiliki sifat tahan air yang bagus dan untuk perawatan HPL nya sendiri cukup mudah karena HPL memiliki tekture yang halus sehingga bila membersihkan cukup muda. Gambar dibawah adalah ukuran simulator yang akan di lakukan finishing.
gambar tampak atas lantai
Alat yang akan digunakan :
1. cuter
2. roll meter
3. pensil
4. palu
5. table saw
6. kikir
7. siku
Bahan yang akan digunakan :
1. HPL bekas yang tidak terpakai lagi ( ukuran umum hpl 122 cm x 244 cm
2. lem fox kuning 1 kaleng besar
3. Cairan resin 3 L
4. Cairan katalis 1L
5. Paku
6. Balok kayu bekas
Langkah-langkah :
1. pertama, menyiapkan alat yang akan digunakan
2. kedua, setelah menyiapkan alat saya akan menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan.
3. ketiga, setelah alat dan bahan sudah siap, kita mulai dengan mengumpulkan hpl bekas yang ada
dibengkel.
4. keempat, setelah hpl terkumpul lumayan banyak, kita mulai dengan menyiapkan cairan resin dan cairan katalis yang
akan dibuat lapisan pada hpl.
5. kelima, setelah bahan cairan sudah siap, selanjutnya mencampurkan cairan resin dan cairan katalis dengan perbandingan 3 : 1
6. keenam, setelah cairan resin dan katalis sudah tercampur, selanjutnya memotong bagian HPL agar memiliki bentuk siku, dan memiliki unsur mozaik.
7. ketujuh, setelah bagian HPL sudah terpotong , selanjutnya bagian belakang HPL dilapisi lem kuning untuk merekatkan pada bagian alas lantai.
8. kedelapan, setelah bagian permukaan HPL dilapisi lem kuning HPL dikeringkan terlebih dahulu supaya proses pengeleman sempurna.
9. kesembilan, setelah bagian HPL sudah kering , HPL akan direkatkan pada alas lantai yang sudah halus.
10.kesepuluh, setelah HPL terpasang, selanjutnya kami meratakan bagian HPL yang belum rata pada bagian sisi HPL.
Gambar HPL dengan ukuran umum 122 cm x 244 cm.
HPL memiliki desain, warna dengan berbagai macam ragam.
gambar lem fox dengan ukuran berat 2,5 kg.
digunakan untuk merekatkan pada permukaan hpl.
berikut adalah langkah-langkah pemasangan hpl yang dicampurkan dengan cairan resin dan cairan katalis.
1. pertama, menyiapkan alat yang akan digunakan
2. kedua, setelah menyiapkan alat saya akan menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan.
3. ketiga, setelah alat dan bahan sudah siap, kita mulai dengan mengumpulkan hpl bekas yang ada
dibengkel.
4. keempat, setelah hpl terkumpul lumayan banyak, kita mulai dengan menyiapkan cairan resin dan cairan katalis yang
akan dibuat lapisan pada hpl.
5. kelima, setelah bahan cairan sudah siap, selanjutnya mencampurkan cairan resin dan cairan katalis dengan perbandingan 3 : 1
6. keenam, setelah cairan resin dan katalis sudah tercampur, selanjutnya memotong bagian HPL agar memiliki bentuk siku, dan memiliki unsur mozaik.
7. ketujuh, setelah bagian HPL sudah terpotong , selanjutnya bagian belakang HPL dilapisi lem kuning untuk merekatkan pada bagian alas lantai.
8. kedelapan, setelah bagian permukaan HPL dilapisi lem kuning HPL dikeringkan terlebih dahulu supaya proses pengeleman sempurna.
9. kesembilan, setelah bagian HPL sudah kering , HPL akan direkatkan pada alas lantai yang sudah halus.
10.kesepuluh, setelah HPL terpasang, selanjutnya kami meratakan bagian HPL yang belum rata pada bagian sisi HPL.
11. kesebelas, setelah sudah rata semua, selanjutnya dimulai dengan memasang balok kayu pada bagian sisi lantai untuk proses cairan resin.
12. Keduabelas, setelah pada bagian sudah terpasang balok kayu, selanjutnya cairan resin yang sudah tercampur dengan cairan katalis dituangkan diatas permukaan lantai yang sudah dipasang HPL tadi.
13. Ketigabelas, setelah cairan resin dan katalis sudah tercampur dengan rata, selanjutnya kita menunggu proses pengeringan cairan yang menunggu waktu lumayan lama.
Pengerjaan finishing dilakukan setelah pekerjaan pada simulator sudah selesai semua agar pengerjaan tidak menggangu pekerjaan yang sedang berjalan pada proses pembuatan ruang simulator ABK.
Tujuan saya memilih zen ini adalah :
1. lantai akan memiliki teksture yang berbeda
2. memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai.
3. memberi inovasi yang baru.
Sekian dari saya wasallamu' Alaikum wr.wb.




jika menggunakan HPL,apakah lantai tidak akan licin nantinya? Jika pengguna tidak menggunakan alas kaki mungkin dapat meminimalisir dampak licin tersebut,tapi bagaimana jika pengguna ruangan tersebut menggunakan alas kaki seperti kaus kaki? tentu akan terasa licin,lalu bagaimana solusinya?
BalasHapussolusinya jika akan menaiki simulator maka kaos kaki harap dilepas agar meminimalisir dampak licin yang diakibatkan oleh penggunaan bahan HPL,alasan saya menggunakan HPL karena memanfaatkan barang bekas yang sudah tidak dipakai agar meminimalisir harga bahan yang akan dipakai
BalasHapuskalau sudah ada resin mengapa menggunakan lem fox lagi untuk merekatkan hpl :D
BalasHapusapakah bertahan lama jika menggunakan HPL? sedangangkan HPL digunakan untuk finishing, apakah ada HPL yang dibuat khusus untuk suatu Alas?
BalasHapusApakah tidak mengeluarkan biaya banyak jika menggunakan bahan resin dan hpl?
BalasHapus